Selasa, 29 Januari 2013

Reverse Transcription PCR (RT-PCR)





Reverse Transcription PCR (RT-PCR)

Reverse Transcription PCR (RT-PCR) adalah salah satu dari banyak varian teknik PCR. Teknik ini biasanya digunakan dalam bidang biologi molekuler untuk mendeteksi tingkat ekspresi RNA. Sering terjadi kesalah pahaman di antara pelajar dan peneliti dengan definisi RT-PCR ini yang menganggap bahwa RT-PCR adalah Real-Time PCR (qPCR). Padahal kedua jenis teknik PCR ini sangatlah berbeda. Sementara RT-PCR digunakan untuk mendeteksi secara kualitatif ekspresi gen melalui penciptaan komplementer transkrip DNA (cDNA) dari RNA, qPCR digunakan untuk mengukur secara kuantitatif amplifikasi DNA menggunakan probe ber-fluoresense. RT-PCR pun berbeda dengan teknik PCR biasa walaupun keduanya sama-sama menghasilkan jutaan salinan DNA melalui amplifikasi. RT-PCR digunakan untuk mengkloning gen yang diekspresikan oleh transkripsi RNA target menuju DNA komplemen (cDNA) menggunakan reverse transcriptase. Kemudian, cDNA baru diamplifikasi menggunakan PCR biasa.
Sejak diperkenalkan tahun 1977, Northern blot  telah digunakan secara ekstensif untuk kuantifikasi RNA meskipun dengan berbagai kelemahannya seperti :
·      Memakan waktu banyak,
·      Memerlukan sejumlah besar RNA untuk deteksi, dan
·      Secara kuantitatif tidak akurat untuk RNA dengan konsentrasi rendah
Namun, penemuan reverse transcriptase selama studi replikasi virus dalam acuan material genetika telah mengarahkan para peneliti dalam pengembangan RT-PCR yang kemudian menggantikan teknik Northern blot sebagai metode pilihan untuk deteksi RNA dan kuantifikasi. Teknik RT-PCR telah meningkat menjadi patokan teknologi untuk deteksi dan/atau perbandingan tingkat RNA untuk beberapa alasan:
·       Tidak memerlukan proses PCR awal,
·       Dapat mengukur berbagai rentang kelimpahan RNA (>107 flip/lipatan), dan
·       Menyediakan data kualitatif dan kuantitatif.
Dalam RT-PCR, template RNA pertama dikonversi ke dalam DNA komplementer (cDNA) menggunakan suatu reverse transcriptase. cDNA kemudian digunakan sebagai template untuk amplifikasi secara eksponensial menggunakan PCR biasa. RT-PCR saat ini merupakan metode/teknik yang paling sensitif dalam deteksi RNA yang tersedia. Penggunaan RT-PCR untuk deteksi RNA transkrip telah merevolusi studi mengenai ekspresi gen dalam beberapa pemikiran sebagai berikut :
·      Secara teoritis memungkinkan untuk mendeteksi transkrip setiap gen secara praktis
·      Memungkinkan amplifikasi dan eliminasi sampel yang diinginkan untuk kebutuhan akan kelimpahan materi
·      Menyediakan toleransi untuk degradasi RNA selama RNA yang mencakup primer utuh




RT-PCR








 
Alur Teknik RT-PCR 

Terima Kasih sudah bekunjung di blog labbiomolekuler ini...
Dalam blog ini akan Kami share segala sesuatu seputar biologi molekuler
Kami pun menyediakan segala keperluan laboratorium biologi molekuler (khususnya) dan laboratorium umum...
Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi link di bawah ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar